Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manfaat dan Efek Tidak Menguntungkan Menelan Sperma?


Sperma adalah cairan berwarna keputihan dan kental yang dikeluarkan alat kelamin pria ketika ejakulasi. Mereka mengandung spermatoza, fruktosa, dan enzim lain yang membantunya untuk bertahan hidup dan memfasilitasi pembuahan yang sukses.

Jika Anda dan pasangan suka melakukan oral seks, ada beberapa manfaat dan kerugian jika menelan sperma, seperti yang dilansir dari newsmedical, Rabu (3/8/2016).

1. Efek menguntungkan menelan sperma

Sperma mengandung senyawa yang meningkatkan suasana hati, seperti kortisol, estrone, oksitosin, tiroliberin, prolaktin, melatonin, dan serotonin. Berikut adalah hasil penelitian, baik sperma masuk lewat vagina maupun mulut:

a. Kehamilan

Dalam studi Belanda mengenai wanita yang melakukan oral seks dan menelan sperma pasangannya, para peneliti menemukan bahwa sperma dapat mengurangi risiko preeklamsia, membuat kehamilan lebih aman, dan lebih sukses.

Satu hipotesis untuk cairan pria ini bahwa zat di dalamnya menyesuaikan kekebalan tubuh ibu, sehingga plasenta dan janin dapat menerima protein asing di dalam sperma, yang juga mempertahankan tekanan darah pada tingkat rendah. Meski begitu, penelitian ini masih harus dilanjutkan dengan penelitian lain yang lebih komprehensif alias menyeluruh. 

b. Ovulasi

Dalam penelitian yang dilakukan ahli dari University of Saskatchewan, ditemukan bahwa protein di dalam sperma bertindak pada otak perempuan untuk menginduksi ovulasi dan protein yang mengontrol pertumbuhan, pemeliharaan, dan kelangsungan hidup neuron.

c. Kesehatan rambut

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa sperma mengandung banyak protein yang mungkin dapat melengkapi protein dalam molekul rambut.

2. Efek tidak menguntungkan menelan sperma

Sperma dapat mengandung beberapa virus yang dapat ditularkan melalui cairan tubuh dari pria yang terinfeksi penyakit seksual, seperti HIV, Hepatitis B dan C, herpes, dan klamidia. Penyakit ini memiliki risiko yang lebih tinggi jika seseorang memiliki gingivitis dan gusi berdarah:

a. Virus papiloma virus

Virus ini dapat menyebabkan kanker serviks, kanker dubur, dan pengembangan pertumbuhan seperti kutil kelamin. Bahkan pada penelitian tahun 2013, virus ini juga dapat menyebabkan kanker paru-paru. Dalam British Medical Journal, virus ini menyebar melalui oral seks.

b. Klamidia dan gonore

Pada Mei 2011, sebuah studi mengenai pekerja seks komersial perempuan, menunjukkan bahwa satu dari 25 pekerja memiliki klamidia di tenggorokannya. Selain itu satu dari 50 pekerja seks memiliki gonore di tenggorokannya.***